Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Resto Enak di Jakarta Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
Kamis, 29 Juli 2010 | 21.20 | 0 Comments

Seorang Hacker Ajarkan Hanya Bermodal Flashdisk Bisa Kuras Isi ATM

Ternyata sistem pertahanan keamanan mesin ATM tidak sekokoh yang banyak diperkirakan orang awam, buktinya hanya dengan bermodal flash disk saja sebuah ATM bisa diperintahkan untuk mengeluarkan semua uangnya, inilah yang sempat dibahas oleh Seorang mantan hacker yang kini menjadi konsultan keamanan, Barnaby Jack, mengungkapkan cara baru membobol automatic teller machine (ATM). Jack yang kini menjadi Direktur Penelitian di perusahaan konsultan keamanan, IOActive Labs, memamerkan teknik membobol ATM dalam acara pertemuan tahunan para hacker, Black Hat, di Las Vegas,.

Mantan hacker Barnaby Jack mempresentasikan cara membobol mesin ATM hanya dengan sebuah flash disk

Mantan hacker Barnaby Jack mempresentasikan cara membobol mesin ATM hanya dengan sebuah flash disk di konferensi para hacker sedunia Black Hat

“Saya berharap bisa mengubah cara pandang orang terhadap perangkat tersebut (ATM) yang dari luar tampak tak bisa ditembus,” kata Jack di depan audiens sebelum mendemonstrasikan cara membobol ATM. Untuk bisa membobol ATM, Jack mengaku menghabiskan lebih dari satu tahun untuk belajar merusak dan membobol mesin ATM yang sering ditemui di pompa-pompa bensin, bar dan perusahaan ritel.

Seperti dikutip dari REUTERS, kemarin, Demi mengetahui seluk-beluk ATM, Jack sampai membeli sendiri mesin ATM melalui internet. Pada konferensi tahunan Black Hat itu, Jack menunjukkan bagaimana ia meng-upload perangkat lunak buatannya yang disebut Dillinger.

Setelah menjangkiti mesin ATM, software Dillinger akan mendekati dan menginstruksikan mesin untuk mulai mengeluarkan uang tunai. Nama Dillinger mengacu pada sosok perampok legendaris Amerika Serikat, John Dillinger. Sementara software untuk ATM itu buatan perusahaan Tranax Technologies.

Jack menggunakan kunci yang tersedia di internet untuk membuka kotak ATM yang dilindungi Triton System. Kemudian dengan memasukkan flask disk berisi software Dillinger ke slot USB, maka akan memaksa ATM memuntahkan seluruh uang tunai di dalamnya. ATM yang dibobol Jack menggunakan perangkat Windows CE, sebuah versi sistem operasi buatan Microsoft Corp yang banyak digunakan pada komputer khusus termasuk ATM.

Jack mengatakan, para pembuat ATM sebenarnya telah membuat perangkat lunak yang bisa mencegah hacker mengulangi pola serangan yang sama, seperti yang ia lakukan di atas panggung saat itu. Namun Jack juga menegaskan bahwa ATM masih rentan dari serangan hacker. “Saya tidak cukup naif untuk menyatakan bahwa saya satu-satunya orang yang bisa melakukan hal ini,” katanya.

Jack menambahkan, ia yakin ATM yang digunakan oleh lembaga keuangan juga rentan diserang hacker. Namun ia belum bisa mensimulasikan serangan tersebut karena ia belum mampu mendapatkan ATM dari bank mana pun.

Sedangkan wakil direktur teknik Triton, Bob Douglas, mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya serangan yang sukses dilakukan terhadap perangkat yang dibuat perusahaannya.

Sekitar 6.000 hacker dan keamanan profesional minggu ini menghadiri konferensi Black Hat untuk membahas kerentanan dalam segala hal, mulai dari perangkat lunak yang menggunakan PC, ponsel, hingga sistem yang mengontrol jaringan listrik.

Banyak penyelenggara mempromosikan penelitian tersebut sebagai upaya untuk mempublikasikan kelemahan perangkat bagi pengguna, sehingga mereka dapat melindungi diri mereka dan mendorong para pembuat perangkat lunak, produsen dan pihak lain menemukan cara untuk membenahi kerentanan tersebut.

Sebuah ilmu pada dasarnya bagai pisau, bisa berfungsi ganda, untuk kebaikan atau keburukan tergantung pada sang tuan dimana ilmu tadi bersemayam, mau di manfaatkan menjadi apa.

sumber: http://ruanghati.com/2010/07/30/seorang-hacker-ajarkan-hanya-bermodal-flashdisk-bisa-kuras-isi-atm/

 
Copyright Terjago © 2010 - All right reserved